Search This Blog

Sunday, 9 November 2014

CATUR MARGA



CATUR MARGA
Ada 4 (empat) jalan (Marga) menuju kepada Tuhan (Hyang Widhi) yaitu :
  • Bhakti Marga
  • Karma Marga
  • Jnana Marga.
  • Yoga Marga
Bhakti artinya cinta kasih. Kata bhakti digunakan untuk menunjukkan cinta kasih kepada subyek yang lebih tinggi statusnya, atau lebih luas lingkupnya misalnya : orang tua, negara, bangsa, Tuhan (Hyang Widhi). Kata cinta kasih digunakan untuk sesama misalnya tunangan, istri/suami, umat sedharma, umat manusia. Orang yang ber-bhakti kepada Hyang Widhi disebut Bhakta.
Dari caranya mewujudkan, bhakti dibagi dua yaitu PARA BHAKTI dan APARA BHAKTI. Para artinya utama; jadi para bhakti artinya cara berbhakti kepada Hyang Widhi yang utama, sedangkan apara bhakti artinya tidak utama; jadi apara bhakti artinya cara berbhakti kepada Hyang Widhi yang tidak utama. Apara bhakti dilaksanakan oleh bhakta yang tingkat inteligensi dan kesadaran rohaninya kurang atau sedang-sedang saja. Para bhakti dilaksanakabhakta yang tingkat inteligensi dan kesadaran rohaninya tinggi.
Ciri-ciri bhakta yang melaksanakan apara bhakti antara lain banyak terlibat dalam ritual (upacara Panca Yadnya) serta menggunakan berbagai simbol (niyasa).
Ciri-ciri bhakta yang melaksanakan para bhakti antara lain sedikit terlibat dalam ritual tetapi banyak mempelajari Tattwa Agama dan kuat/berdisiplin dalam melaksanakan ajaran-ajaran Agama sehingga dapat mewujudkan Trikaya Parisudha dengan baik dimana Kayika (perbuatan), Wacika (ucapan) dan Manacika (pikiran) selalu terkendali dan berada pada jalur dharma. Bhakta yang seperti ini banyak melakukan Drwya Yadnya (ber-dana punia), Jnana Yadnya (belajar-mengajar), dan Tapa Yadnya (pengendalian diri). Pilihan menggunakan para atau apara bhakti tergantung dari tingkat inteligensi dan kesadaran rohani masing-masing. Yang ditemukan di masyarakat Hindu Indonesia dewasa ini adalah mix para dan apara bhakti, namun bobotnya berbeda.
Umat Hindu di Bali banyak menggunakan apara bhakti, sedangkan umat Hindu diluar Bali banyak menggunakan para bhakti. Kenapa demikian ? Apakah itu berarti umat Hindu di Bali inteligensi dan kesadaran rohaninya kurang ? Tidak selalu demikian. Ada umat Hindu di Bali yang inteligensi dan kesadaran rohaninya tinggi tetapi dibelenggu oleh tradisi beragama yang monoton dan feodalistis, sehingga menampakkan diri sebagai apara bhakti. Sebaliknya umat Hindu diluar Bali lebih moderat, demokrat, rasional dan reformis, sehingga memudahkan mereka mencapai para bhakti. Mengupayakan umat Hindu di Bali menjadi sebagian besar para bhakta tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena bottle-neck yang menghadang ya itu tadi : tradisi beragama dan feodalisme. Itulah sedikit ulasan kasus tentang para dan apara bhakti.

TEORI ATOM JOSEPH JOHNTHOMPSON ( J.J. THOMPSON )



Elektron ditemukan oleh J.J. Thomson melalui percobaan tabung sinar katoda. Pada saat itu, Thomson melihat bahwa jika arus listrik melewati tabung vakum, ada semacam aliran berkilau yang terbentuk. Thomson menemukan bahwa aliran berkilau tersebut dibelokkan ke arah plat kutub positif. Teori atom Thomson membuktikan bahwa aliran tersebut terbentuk dari partikel kecil dari atom dan partikel terebut bermuatan negatif. Thomson menamai penemuan tersebut sebagai elektron.


Seiring perkembangan pengetahuan manusia model atom Dalton yang menyatakan bahwa atom merupakan partikel terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi pada akhirnya diragukan kebenarannya. Sampai akhirnya dikemukakan model atom Thomshon.
Menurut Thomson atom berbentuk seperti bola yang di dalamnya terdapat muatan positif dan negatif yang tersebar secara merata. Model atom ini kemudian dikenal dengan model roti kismis. Atom netral bila jumlah muatan positif dan negatif sama. Atom bermuatan negatif bila jumlah muatan negatif lebih banyak dari muatan positif dan sebaliknya.
Model atom Thomson ini didapatkan Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel.

Tuesday, 21 October 2014

PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN “ TEKNIK-TEKNIK MEMASAK”

BAB 1 Pendahuluan
1.1            latar belakang
Memasak adalah menghantarkan panas ke dalam makanan atau proses pemanasan bahan makanan. Sehingga proses memasak hanya terjadi selama panas atau terapan pada suatu bahan makanan yang sedang berlangsung.

1.2. Rumusan masalah :
1.bagaimana cara memasak?
2.bagaimana cara untuk menampilkan masakan yang baik?
3.bagaimana cara memasak agar agar mudah dicerna manusia?
4.bagaimana cara mematikan bakteri yang ada pada makanan?

1.3Tujuan:
1.     Untuk Meningkatkan rasa masakan yang dimasak
2.     Untuk Memperbaiki tekstur
3.     Untuk Membuat makanan matang agar lebih mudah dicerna
4.     Untuk Membuat makanan matang agar aman untuk di konsumsi
5.     Untuk Mematikan bakteri




MAKALAH ORGAN REPRODUKSI PADA MANUSIA


                                               BAB I
A.ORGAN REPRODUKSI PADA MANUSIA
                Berdasarkan cara perkembangan biakan manusia tergolong vivipar dengan fertilisasi internal.Ditinjau dari jenis kelaminnya manusia dapat dibedakan menjadi pria dan wanita mempunyai organ reproduksi yang berbeda.
1.Organ Reproduksi Pria
Organ reproduksi pria mempunyai 2 fungsi reproduksi yaitu produksi sel kelamin dan pelepasan sel-sel ke saluran sel wanita.Organ reproduksi pria terdiri atas 4 bagian utama yaitu testis,vas deferens,kantong sperma dan penis.
a.Testis
Testis berjumlah sepasang dan berbentuk bulat telur.Testis tersimpan dalam suatu kantong yang disebut skrotum atau kantong buah zakar.Testis berfungsi sebagai tempat  pembentukan sel sperma dan hormon kelamin (testosterone)
b.Vas deffrens
            Vas deffrens merupakan saluran yang menghubungkan testis dan kantong sperma. Vas deferens berjumlah sepasang.Bagian ujungnya terletak didalam kelenjar prostat.
c.Kantong sperma
Kantong sperma berjumlah sepasang dan berfungsi untuk menampung sperma sebelum dikeluarkan dari tubuh seorang pria.
d.Penis
            Didalam penis terdapat uretra yang berfungsi sebagai saluran urine dan saluran sperma.
2.Organ reproduksi wanita
            Organ reproduksi seorang wanita terdiri atas ovarium (indung air),ovinduk/tuba fallopi (saluran telur) dan vagina.
a.Ovarium
            Ovarium berjumlah sepasang dan berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).Ovarium diselubungi oleh kapsul dan mengandung beberapa folikel.Setiap folikel mengandung sel telur.Sel telur yang telah dimasak akan lepas dari ovarium.Peristiwa itu disebut ovulasi.Selain menghasilkan sel telur,ovarium juga berfungsi menghasilkan hormone estrogen dan progesteron.
b.Ovinduk
            Ovinduk berjumlah sepasang dan berfungsi menggerakan ovum kearah rahim dengan gerak peristaltik.Ujungnya berbentuk corong berjumbai-jumbai (fimbrae).Fimbrae berfungsi untuk menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium.Pembuahansel telur oleh sperma terjadi pada oviduk selanjutnya ovum yang telah dibuahi bergerak ke rahim (uterus).Rahim bagian bawah mengecil dan dinamakan serviks uteri,sedangkan bagian yang besar disebut corcus uteri ( badan rahim).Dinding rahim terdiri atas 3 lapisan yaitu perimetrium,miometrium,dan endometrium.
Endometrium menghasilkan banyak lendir dan mengandung banyak pembuluh darah.



Makalah Kanker Payudara


BAB 1
PENDAHULUAN

Tubuh terdiri dari ratusan juta sel hidup. Pada tubuh yang normal sel-sel akan tumbuh, membelah dan mati secara teratur. Selama awal tahun kehidupan seseorang, secara normal sel akan membelah cepat yang memungkinkan tubuh untuk tumbuh. Setelah orang menjadi dewasa, sel-sel membelah hanya untuk mengganti sel yang rusak atau mati untuk memperbaiki cidera (American Cancer Society, 2010).
Kanker adalah istilah yang digunakan untuk penyakit dimana sel-sel abnormal membelah tanpa kontrol dan mampu menyerang jaringan lain. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui darah dan sistem getah bening. Sebagian besar kanker diberi nama untuk organ atau jenis sel dimana kanker tersebut berkambang, misalnya kanker payudara (National Cancer Institute. 2009).
Kanker payudara adalah kanker yang berasal dari jaringan payudara, paling sering dari lapisan dalam saluran payudara atau lobus yang menyediakan saluran dengan susu. Penyakit ini sebagian besar terjadi pada wanita, tetapi juga dapat menyerang pada laki-laki. Kanker ini kebanyakan berasal dari saluran yang dikenal sebagai karsinoma duktal dan ada yang berasal dari lobulus yangSimak dikenal sebagai lobus karsinoma.



Makalah tentang Global Warming


                                                                           BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
 Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengajar. Makalh ini membahas tentang Pemanasan global atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan.
2.2 identifikasi masalah
            Timbulnya masalah pemanasan global yang merupakan masalah lingkungan
ini telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan, yaitu penyebab, keberadaan dan dampak yang diakibatkan dari pemanasan global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah  pemanasan global ini dapat
diuraikan dalam beberapa bagian :
1.      pengertian global warming?
2.      penyebab global warming?
 Pemanasan global ini mengakibatkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif. Tanpa adanya pemanasan global, tidak akan ada kehidupan di dunia karena suhu di bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa  hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan global telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya mencapai 60o Fahrenheit. Namun, pemanasan global menjadi permasalahan dan masih menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfer mengalami peningkatan.
  2.3 pembatasan masalah
Mengingat luasnya permasalahan dan untuk menghindari salah pengertian dan perbedaan persepsi serta untuk mengarahkan makalah ini,maka kami akan membatasi pemasalahan pada:
A.    Makalah ini dibuat pada siswa kelas X Multimedia 03 Tahun ajaran 2012-2013 semester ganjil.
B.     Definisi Pengertian Pemanasan Global, Dampak dari Pemanasan Global, Akibat dari Pemanasan Global, Cara mencengah Pemanasan Global, Mengukur pemanasan global dan Bencana Besar Yang di akibatkan oleh adanya Pemanasan Global

  2.4 Tujuan Penelitian
Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemanasan global ini telah terjadi dan penyebabnya.
Semua ini masih menjadi pertanyaan bagi manusia karena sampai sekarang masih belum mendapatkan penyebab yang pasti dari pemanasan global ini dan manusia juga ingin mencari kebenaran mengenai efek dari pemanasan global yang akan dialami oleh manusia atau makhluk hidup serta dampak bagi lingkungan.
Jika pemanasan global ini terjadi, maka efek yang ditimbulkan bukan hanya dialami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air dan sebagainya. Oleh karena itu, melalui penelitian ini diharapkan agar manusia mengurangi aktifitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca, pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lain-lain.
2.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan
global ini adalah :
  • Untuk mengetahui secara jelas apa pemanasan global itu.
  • Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global.
  • Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia
  • sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
  • Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan global.
  • Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan global tersebut.


Makalah Tentang Amuk Massa


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
   Akhir-akhir ini kita sering melihat fenomena perilaku masyarakat kita yang anarkis dalam pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Budaya kekerasan tampaknya tidak pernah berhenti dari masyarakat kita akhir-akhir ini. Penyelesaian masalah dengan mengedepankan kekerasan ketimbang musyawarah sebagai ciri bangsa beradab semakin marak. Contohnya saja fenomena amuk massa yang terjadi di masyarakat.
Gejala amuk massa, akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan semakin menjadi-jadi, dan mempunyai tendensi semakin meningkat. Fenomena sementara menujukkan, bahwa sasarannya adalah toko-toko atau gudang sembako, atau bahkan terhadap pencopet yang tertangkap tangan dan sebagainya. Kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit. Di samping kerugian harta benda, juga korban jiwa dan luka-luka.  Bahkan dalam perkembangan terakhir, gejala amuk massa ini menunjukkan ke arah yang semakin sadis dan irrasional.
            Ketika sebuah keliaran didalam kehidupan masyarakat sudah menjadi suatu ‘budaya’ yang tidak dapat dihilangkan, disutulah letak amuk massa. Banyaknya konflik yang terjadi selama ini di Indonesia membuat berbagai lapisan masyarakat mulai gerah dan kemudian berang dan marah ketika segala permintaan, permohonan, sampai demonstrasi yang awalnya dimulai dengan cara baik menjadi liar dan tidak terkendali, sampai menimbulkan sebuah tindakan destruktif atau merusak barang-barang yang ada di sekelilingnya sehingga banyak pihak yang dirugikan, itulah yang dimaksud dengan tindakan amuk massa. Satu hal yang jelas adalah, bahwa tindakan amuk massa, jika dilihat dari sisi hukum pidana, merupakan kejahatan. Paling tidak, para pelaku amuk massa itu akan terkena Pasal 55 KUHP (delik penyertaan/deelneming).
      Pengkajian terhadap tindakan amuk massa, tidak terlepas dari pembahasan sisi psikologi sosial.  Dengan melihat fenomena amuk massa ini dari perspektif psikologi sosial, kita akan mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya aksi tersebut serta cara mengatasi persoalan tersebut.


1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi amuk massa jika dilihat dari perspektif psikologi sosial?
2. Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya amuk massa berdasarkan perspektif psikologi sosial?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Definisi amuk massa jika dilihat dari perspektif psikologi sosial.
2. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya amuk massa berdasarkan perspektif psikologi sosial.



Olahraga Sepak Bola


·       1.Sejarah Sepak Bola
Permainan sepak bola adalah salah satu olah raga yang mendunia. Laki-laki, perempuan, anak-anak bahkan kakek semuanya mencintai sepak bola. Banyak dari mereka berasumsi bahwa awal mula sejarah sepak bola berasal dari inggris, tapi ternyata sejarah mencatat bahwa permainan sepak bola sudah ada sejak 3000 tahun yang silam di berbagai pelosok dunia dalam bentuk yang berbeda-beda. Akan tetapi berbicara sejarah awal mula munculnya sepak bola hingga sampai saat ini masih mengundang perdebatan. Karena ada beberapa document yang menjelaskan permainan sepak bola sudah ada sejak masa romawi dan lain sebagainya. Namun secara resmi awal mula permainan sepak bola lahir dari daratan cina, hal tersebut dinyatakan oleh FIFA sebagai badan sepak bola dunia, yaitu berawal dari permainan masyarakat cina pada abad ke-2 sampai abad ke-3 sebelum masehi, dimana olah raga ini dikenal dengan nama “thu-shu”. Dalam document lain sejarah sepak bola datangnya dari negeri jepang, sejak abad ke-8 masyarakat jepang telah mengenal permainan sepak bola. Dari berbagai pernyataan tentang asal usul sejarah olah raga sepak bola tersebut yang jelas dari dulu hingga sekarang permainan sepak bola dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim beranggotakan sebelas orang.

·         2. PERATURAN UMUM
Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game) adalah:
- Peraturan 1: Lapangan sepak bola
- Peraturan 2: Bola
- Peraturan 3: Jumlah Pemain
- Peraturan 4: Peralatan Pemain
- Peraturan 5: Wasit yang mengatur pertandingan
- Peraturan 6: Asisten wasit
- Peraturan 7: Lama Permainan
- Peraturan 8: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan
- Peraturan 9: Cara Mendapatkan Angka
- Peraturan 10: Offside
- Peraturan 11: Pelanggaran
- Peraturan 12: Tendangan bebas
- Peraturan 13: Tendangan
- Peraturan 14: Lemparan dalam
- Peraturan 15: Tendangan gawang
Selain peraturan-peraturan di atas internasional , keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Daerah (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola.

Makalah KONFLIK SOSIAL


KATA PENGANTAR
Om Swastiastu
Segala puja dan puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, keselamatan serta kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru pembimbing mata diklat IPS SMK NEGERI 1 KLUNGKUNG tentang MAKALAH IPS yang berjudul “ Konflik Sosial “
Dalam penyusunan proposal usaha ini tentunya tidak lepas dari pihak yang telah membantu kami,kami ucapkan terima kasih kepada:
1.      Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kelancaran pada sproses pembuatan karya tulis ilmiah ini
2.      Guru pembimbing mata pelajaran IPS Desak Made Hernawati
3.      Teman-teman satu kelompok yang saling bertukar pikiran dalam pembuatan makalah konflik social  ini.
Semoga makalah konflik sosial yang telah selesai ini bermanfaat bagi semua pihak yang membaca.Dan apabila dalam penyusunan proposal usaha ini terdapat kesalahan kami mohon maaf.
Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan bagi para pembaca.
Om Santih , Santih , Santih Om

Klungkung

Makalah Mengenai ekosistem perairan


KATA PENGANTAR
OM SWSTYASTU
Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yg maha esa yg telah memberikan  rahmat dan karunia-Nya. sehingga kami bisa menyelesaikan penulisan makalah . Makalah ini merupakan salah satu referensi pelajaran IPA mengenai ekosistem perairan yg dirancang untuk menyelesaikan tugas sekolah kami . Namun demikian , tidak menutup kemungkinan makalah yg kami buat dapat digunakan untuk membantu para siwa/siswi dalam memahami proses pembelajaran , atau pihak pihak lain berminat untuk memahami tentang ekosistem perairan
Kami berharap , dengan penyelesaian makalah ini , semoga  bisa bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi para siswa/siswi  untuk lebih memahami tentang  ekosistem perairan
Kami menyadari  bahwa  dalam penyusunan makalah ini masih ada kekurangan atau kesalahan . Oleh karena itu kami sangat berterimakasih  kepada pembaca apabila pembaca bersedia  memberikan kritik/ saran yg membangun makalah agar bisa lebih sempurna

            OM SHANTI , SHANTI , SHANTI OM

                                            

                                                                                                      KLUNKUNG OKTOBER 2014


                                                                                               TIM PENYUSUN

MAKALAH SIMULASI DIGITAL


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Sunday, 28 September 2014

PAPERS PENJASKES


1) Hal-hal yang mengenai atletik
a.Jalan Biasa
  Secara umum yang menjadi karakteristik gerak dasar
jalan adalah sebagai berikut:
•Keseluruhan badan harus dalam posisi tegak, susunantulang belakang harus lurus.
•Kepala tegak dengan tengkuk bahu dalam posisi lurussegaris dengan badan.
•Dagu sedikit ditarik dengan menjaga pandangan selalu lurus ke depan.
•Dada dibuka dan perut tetap rata. Posisi ini harus dipertahankan agar pernapasan berjalan
  lebih rileks.
•Lengan mengayun secara bergantian dan wajar atau tidak kaku.
•Saat mengayunkan lengan harus digerakan oleh persendian bahu dan persendian sikut.
•Kaki melangkah secara bergantian dan tidak kaku.
•Saat melangkah sebaiknya tumit terangkat dan menolak dengan pangkal jari.
•Kaki depan diangkat sedikit sambil menekukkan lutut
•Saat telapak kaki menapak ke tanah sebaiknya ujung kaki terlebih dahulu agar berat badan
  tetap terjaga.
•Kaki yang semula menjadi kaki tumpu secara bergantian menjadi kaki ayun.
•Semua gerak dasar jalan ini dilakukan secara bergantian dari kaki yang satu ke kaki lainnya
  dengan posisi lengan harus selalu berlawanan dengan langkah kaki.

Jalan Cepat
 Secara umum karakteristik gerak dasar jalan cepat tidak terlalu berbeda dengan karakteristik gerak dasar jalan biasa hanya pada beberapa gerakan tertentu gerak dasar jalan cepat lebih kompleks.
Adapun karakteristik gerak dasar jalan cepat adalah sebagai berikut:
•Angkat paha kaki ayun ke depan lutut.
•Tungkai bawah bergantung rileks sambil mengayun paha ke depan.
•Tungkai bawah ikut terayun ke depan sehingga lutut menjadi lurus.
•Saat mendaratkan kaki ke tanah terlebih dahulu harus tumit kaki.
•Bersamaan dengan mengangkat tumit, ujung kaki tumpul lepas dari tanah ganti dengan kaki            
•Posisi badan saat melangkah dengan posisi kepala, punggung, dada, pinggang, hingga        tungkai bawah sedikit condong ke depan.
•Koordinasi gerakan dilakukan antara lengan kiri bersamaan dengan kaki kanan dan lengan     kanan bersamaan dengan kaki kiri. alan Cepat Kesalahan yang mungkin terjadi saat 
  melakukan gerakdasar jalan adalah sebagai berikut:
•Saat melangkah tungkai bawah tidak rileks dan berada dalam posisi lurus.
•Kaki melangkah dengan menggunakan seluruh telapak kaki dan menolak dengan ujung kaki.
•Ayunan lengan terlalu lurus dan kaku. Karakteristik Gerak Dasar Lari Secara teknis gerak           dasar lari dapat dibedakan atasbeberapa macam subtansi, yaitu; lari santai (jogging), lari cepat (sprint), lari jarak menengah, dan lari jarak jauh atau maraton. Untuk semua subtansi ini  dapat diajarkan melalui pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dengan pokok bahasan atletik.